speech

Tantangan Baru Terhadap Kemitraan Di Sektor Hulu Di Indonesia

By Peter J. Robertson, Wakil Ketua Dewan Direksi
ChevronTexaco Corporation

Konferensi Tahunan ke-28 Indonesian Petroleum Association

Jakarta, Indonesia, Feb. 26, 2002

Terima kasih Bapak Supramu ... atas perkenalan diri saya.

Yth. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono
Yth. Bapak Baihaki Hakim
Yth. President IPA, Bapak Brian Marcotte
Bapak-bapak, Ibu-ibu serta para peserta konvensi IPA

Selamat pagi.

Berbahagia sekali rasanya berada di sini ... bertemu dengan begitu banyak tokoh-tokoh energi Indonesia serta teman-teman lama.

Pertama-tama ingin saya sampaikan betapa terkesannya saya dengan kunjungan Presiden Megawati tahun lalu ke Amerika Serikat.

Pertemuan dengan Presiden Bush ... dan pidatonya di ... Washington ... sangat menyentuh hati rakyat Amerika ... dan masyarakat energi khususnya.

Saya merasa mendapat kehormatan bertemu dengan Ibu Megawati pada kesempatan dialog energi di Houston yang membahas upaya pemulihan kepercayaan para pelaku bisnis untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Dan saya mengharapkan dapat bekerja sama pada tahun-tahun yang akan datang ini.

Baiklah saya sampaikan pula bahwa kita memang perlu datang berkumpul di sini di Jakarta ... untuk meneruskan tradisi pertemuan yang penting ini.

Sehubungan dengan terjadinya peristiwa tragis bulan September yang lalu serta peristiwa-peristiwa yang terjadi sesudah itu, jelas peran pemersatu yang dimainkan organisasi-organisasi seperti IPA mempunyi arti yang lebih penting lagi dari sebelumnya.

Semoga hal itu segera terwujud dibawah kepemimpinan yang menonjol dari presiden IPA yang baru ... Brian Marcotte.

Kunjungan saya sekarang ini merupakan yang ke-empat kalinya ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini ... dan setiap kunjungan selalu membawa kenangan yang tidak dapat saya lupakan. Seperti kawanan gajah di Minas ... pergelaran kesenian di Rumbai ... keindahan pulau-pulau di Indonesia.

Tapi saya juga teringat peristiwa lainnya yang terjadi beberapa tahun lalu ... bukan di sini, tapi di New England ... saat saya dan isteri saya Candy menghadiri konser dimana putera kami James ikut dalam pagelaran musik.

James memainkan gamelan sebagai bagian dari suatu kelompok musik. Itulah saat yang membanggakan kami ... dan bagi saya ia melambangkan keaneka-ragaman budaya yang kita bagi satu sama lain.

Dunia terasa semakin kecil ... dan saya yakin, semakin baik ... berkat hubungan ekonomi .. seperti yang diwakili sekarang dalam ruangan ini hari ini.

Konperensi tahunan IPA yang ke-28 ini membawa tema ... transition and opportunity ... transisi dan peluang.

Tema yang sangat tepat pada waktunya bagi sebagian di antara kita ...

Pertamina tengah berkembang dengan cepat menuju suatu struktur yang sama sekali baru dengan diundangkannya Undang-Undang Minyak dan Gas yang baru.

Pertamina telah mendapat peran baru sebagai perusahaan yang mandiri ...

Menyusul timbulnya kecenderungan perubahan global pada perusahan-perusahaan minyak negara di banyak bagian dunia ...

Yang memberikan arah baru bagi negara yang bersangkutan.

Saya ingin berhenti sejenak di sini untuk menyampaikan kepada Presiden Direktur Pertamina Baihaki Hakim dan Menteri Purnomo Yusgiantoro dan segenap jajaran pimpinannya, ucapan selamat dan sukses dalam mengemban tugas ke depan.

Jelas, dengan merger bulan Oktober yang lalu, ChevronTexaco juga telah menjalani transisi dan perubahan yang besar.

Kami sekarang merupakan salah satu perusahaan energi terpadu terbesar di dunia.

  • Ketiga terbesar dalam cadangan minyak di antara perusahaan-perusahaan minyak terbesar di dunia ...
  • Lebih dari dua setengah juta barrel produksi minyak dan gas bumi setiap hari.
  • Operasi hulu yang terpadu di seluruh dunia ... aktif di enam benua dengan lebih dari 3 juta barrel penjualan produk setiap hari.
  • Dan portoflio teknologi yang semakin mendalam dan semakin luas.

Suatu perusahaan yang benar-benar global ... dengan prospek yang cemerlang.

Dan kami berharap untuk terus tumbuh berkembang bersama Indonesia ...

Bukan saja di sektor hulu ... tapi di seluruh rantai bisnis energi.

Tema konperensi IPA tahun ini juga tepat karena satu alasan lain.

Pada saat transisi dan peluang ini, Indonesia perlu meyakinkan kembali mitra energinya ... yang begitu penting bagi pemulihan ekonominya secara keseluruhan.

Kita menghadapi berbagai tantangan berat ... di bidang politik dan peraturan perundang-undangan ... teknis dan ilmiah ... finansial dan struktural.

Ini semua mengharuskan kita untuk bekerja sama lebih erat di masa datang ... dan saling mendengarkan lebih dekat lagi .... daripada di masa yang lalu dalam sejarah kebersamaan kita.

Saya melihat ada tiga prioritas yang terbentang di hadapan kita.

Kita memerlukan iklim investasi yang stabil dan kompetitif.

Kita memerlukan portfolio yang berimbang ... untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya dari sektor hulu yang lama maupun yang baru.

Dan terutama sekali, kita memerlukan kemitraaan.

Marilah pertama-tama kita lihat pada pentingnya iklim investasi yang stabil dan kompetitif. Secara sederhana ini berarti:

Kondisi kerja dan operasi yang aman dan terjamin ... dan persyaratan yang fleksibel dan wajar serta sepenuhnya dihormati.

Investasi akan masuk ke suatu tempat dimana ia paling disambut dengan tangan terbuka dan merasa aman.

Dan investasi pasti akan mengalir ke tempat di mana ia merasa bisa bekerja dengan produktif.

Indonesia sedang menangani masalah yang sulit mengenai deregulisasi ... privatisasi ...dan otonomi daerah.

Dan ini semua sangat memberikan harapan.

Namun pada saat yang sama negara-negara lain juga sedang bersaing keras menarik lebih banyak lagi investasi asing.

Termasuk di dalamnya model-model bisnis kegiatan hulu yang sangat berbeda satu sama lain : ... ChevronTexaco ... Pertamina ... perusahaan-perusahaan besar di Rusia ... Petronas ... perusahaan-perusahaan minyak Cina.

Tetapi, apapun perbedaan mereka, mereka semua ingin mengembangkan portfolio eksplorasi dan produksi ke negara-negara baru .... dan peraturannya sama, bagi setiap pemain.

Mereka pasti akan melakukan investasi di negara-negara tersebut dan dalam proyek-proyek yang mempunyai potensi tumbuh dan berkembang dalam peningkatan produksi dan pendapatan.

Adalah sangat menggembirakan bahwa Ibu Megawati dan kabinetnya bertekad menciptakan iklim investasi yang kompetitif .. yang sangat dibutuhkan Indonesia saat ini.

Dan sekali lagi, saya ingin menyampaikan penghargaan terhadap upaya Ibu Megawati yang telah mengulurkan tangan untuk bekerjasama dengan kami.

Prioritas kita yang kedua ... menurut hemat saya ... adalah portfolio yang berimbang.

Negara memang harus memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari sumber daya minyak dan gasnya.

Maka itu ia harus mendorong eksplorasi, terutama di laut-dalam ... dan terus berupaya mengembangkan bisnis LNG ... memaksimalkan peluang pengembangan gas dan sumber energi lainnya ... Dan semua ini telah dilakukan Indonesia .... dengan harapan yang cerah bagi masa depan sektor gas...sejalan dengan dibangunnya prasarana baru.

Namun Indonesia juga harus menjamin adanya investasi yang terus menerus pada ladang-ladang minyak yang mature.

Ada berita baik dari industri perminyakan pada tahun-tahun terakhir ini.

Penemuan ladang minyak di Cepu, yang mungkin mengandung 250 juta barrel minyak.

Penemuan ladang Belanak dan ladang West Seno ... proyek laut-dalam pertama di Indonesia.

Jumlahkan ini semua, dan Pertamina sudah dapat meningkatkan proyeksi produksi minyak Indonesia dengan tambahan sebesar 300,000 barrel per hari dari penemuan-penemuan baru ini pada 2004.

Beruntunglah kita bahwa dunia industri melanjutkan usaha eksplorasi dan menanamkan modal baru, meskipun merebaknya berbagai masalah kerawanan keamanan seperti telah banyak diberitakan .... khususnya gangguan terhadap produksi dan penjualan pada beberapa fasilitas LNG ..... dan keresahan sosial serta pengrusakan berbagai prasarana di Riau yang sangat merugikan dan mengganggu selama tahun 2001.

Sementara itu, Repsol-YPF (sekarang ternama CNOOC) ... Pertamina ... dan perusahan-perusahaan lainnya juga melaporkan penemuan-penemuannya.

Dan Caltex telah memulai kegiatan seismik di Blok Kisaran di Sumatra Utara.

Bukan ladang-ladang raksasa memang .. namun ladang-ladang yang jelas komersial.

Sekali lagi, semua ini merupakan berita yang menjanjikan.

Tapi kita harus ingat.

Menemukan ladang yang besar saat ini jauh lebih sulit ... seperti yang dialami di Indonesia dan di seluruh dunia.

Dan operasi di laut-dalam mengandung resiko lebih besar dan biaya lebih tinggi.

Lebih jauh lagi, sementara LNG terus berkembang ... dengan daftar pelanggan yang semakin besar ... ia saat ini menghadapi pasar yang sudah berubah .. lebih bersaing ... dan lebih sesak .. dan daripada sebelumnya.

Oleh karena itu marilah kita sambut dan rayakan ladang-ladang baru dan proyek-proyek baru di masa yang akan datang ini.

Tetapi, marilah kita imbangi pula itu ... dengan menyadari sepenuhnya pentingnya ladang-ladang yang sudah mature bagi negara.

Marilah kita ingat peribahasa Indonesia yang mengatakan: Semut di seberang lautan terlihat jelas, sementara gajah di pelupuk mata tiada tampak.

Sekali lagi, sektor hulu kita membutuhkan iklim investasi yang bersaing.

Dan kita perlu portofolio aset baru dan lama yang berimbang.

Namun yang paling penting ... kita memerlukan kemitraan.

Kita harus membuktikan bahwa kita bisa bekerjasama melalui perubahan ... dalam kondisi yang sangat sulit.

Dan inilah tantangan baru terhadap kemitraan di sektor hulu di Indonesia.

Hal ini mengingatkan saya kepada Caltex, mitra kerja sejak lama yang hingga saat ini pun masih menghasilkan separuh dari produksi minyak Indonesia.

Inilah mitra yang setia berada di arena industri migas dalam masa yang baik dan buruk.

Lebih dari 6.500 karyawan nasional bekerja langsung pada Caltex dan lebih 25.000 orang merupakan karyawan perusahaan-perusahaan kontraktor.

Ada kegiatan operasi yang sangat besar.... sebagai contoh .... hanya untuk mengembangkan Area 10 dan 11 dengan teknologi injeksi uap di Duri Utara yang diperlukan :

  • investasi sebesar US$500 juta
  • Pengeboran 1.600 sumur
  • Dan pemasangan jaringan pipa sepanjang lebih dari 1.200 kilometer.

Kami melakukan semua itu hampir seluruhnya dengan tenaga dan bahan-bahan dari dalam negeri ... menara bor dan peralatan dari Indonesia ... yang melibatkan sekitar 3.000 orang tenaga kerja lokal Dan hampir setiap rupiah dari gaji yang diterima dibelanjakan di Riau.

Inilah kemitraan yang berakar dalam ... dan manfaat jangka panjangnya melampaui hitungan barrel minyak itu sendiri.

Selama 50 tahun terakhir ChevronTexaco benar-benar telah menjadi tuan rumah bagi ribuan sarjana, manager dan insinyur yang berkunjung ke sarana-sarana perusahaan kami di Amerika Serikat.

Dengan cara ini, kami telah membantu menciptakan karyawan dan pimpinan inti berpengalaman yang membawa pulang teknologi dan pengetahuan sekembalinya mereka di Indonesia.

Dan sebagai imbalannya, banyak pelajaran yang telah diperoleh ChevronTexaco mengenai kemitraan, diperolehnya di sini, di Indonesia ... diantaranya dari orang-orang yang hadir di ruangan ini hari ini.

Dan kami telah menerapkan apa yang kami pelajari tersebut bagi keuntungan timbal-balik dalam operasi kami di seluruh dunia.

Sebagai bukti lain dari nilai kemitraan yang harmonis, Caltex telah menjadi semacam magnit yang menarik bagi perusahaan-perusahaan lain.

Pada 1995 kami mulai memindahkan sebagian kegiatan pengadaan barang dan jasa kami dari Jakarta ke Propinsi Riau.

Halliburton, Tripatra, Dowell, IJP, Reda Pump dan banyak lagi pemasok Caltex lainnya kemudian juga membuka kantor perwakilannya di Riau ... dan hal itu kemudian juga menarik banyak perusahaan kecil dan menengah.

Sumbangan kami dalam membangun ekonomi daerah, maju selangkah lagi. Baru-baru ini Caltex memberikan sumbangan sebesar US$ 1 juta untuk Rencana Strategi Pembangunan Riau 2020, di bawah pimpinan Gubernur Riau Saleh Djasit.

Dan kami telah memberikan sumbangan besar bagi pembangunan masyarakat.

Tahun lalu saja Caltex menyumbang lebih dari $5 juta untuk membangun sekolah-sekolah seperti Politeknik Caltex Riau ... serta beasiswa.

Kami membantu hampir 30.000 siswa pada tahun 2001 saja.

Kenyataannya sejak 1955 Program Kemitraan Caltex telah menanamkan investasi tidak kurang dari US$ 750 juta bagi pembangunan masyarakat di Riau.

Daftarnya panjang sekali. : Pusat-pusat kesehatan masyarakat ... kegiatan remaja ... kerja sukarela oleh karyawan ... sumur air bersih ... jembatan-jembatan ... dan banyak lagi prasarana lainnya.

Semua ini tentu membawa manfaat yang nyata bagi bangsa Indonesia.

Seperti investor-investor di sektor hulu lainnya di Indonesia ...

Kami membantu menciptakan landasan ... yang dapat menarik investor-investor baru ...... tidak hanya di sektor energi.

Dengan demikian ... industri energi yang memainkan peran yang begitu vital di abad yang lalu telah membantu menciptakan diversifikasi ekonomi yang lebih luas pada abad berikutnya.

Tentu saja, ada sisi lain dalam kisah Caltex ini.

Saya berbicara mengenai penurunan produksi dan biaya yang cenderung meningkat.

Pada 1995, CEO Chevron terdahulu, Ken Derr, berbicara di forum di mana saya sekarang sedang berbicara.

Ia mengutip prestasi yang dicapai Caltex ... meningkatkan aset Pertamina dan mengendalikan biaya ... suatu misi yang sekarang diteruskan oleh Presiden Direktur Caltex Humayunbosha.

Pada waktu itu, Duri memproduksi sekitar 300,000 barrel per hari.

Produksi rata-rata tahun lalu tercatat sekitar 260.000 barrel per hari.

Jadi kami berhasil menahan penurunan produksi sebesar 14 persen sejak pertengahan 1990-an.

Saya bangga pada tim kami di Duri atas prestasi ini.

Harus diakui bahwa sukses ini sepenuhnya bergantung pada investasi yang berkesinambungan, dan khususnya juga, berkat fokus kita pada daerah-daerah paling produktif di lapangan itu.

Tapi kita tidak bisa melakukan itu selamanya.

Tanpa US$ 800 juta yang kita investasikan selama periode tersebut, produksi Duri sekarang mungkin tidak lebih dari 100.000 barrel per hari.

Lebih penting lagi, bahkan dengan pengendalian biaya yang ketat, lifting costs sejak 1995 - tidak termasuk biaya energi - telah meningkat lebih dari dua kali lipat.

Pada awal karir saya, saya pernah menangani operasi hulu Chevron di Amerika.

Dan tantangan besar yang saya hadapi adalah mengelola ladang-ladang raksasa yang tua yang berada di Teluk Meksiko ... di Texas ... dan di California.

Saya memperoleh pelajaran yang sangat mahal, namun sederhana.

Pada saat suatu ladang tua berubah ... kita juga harus berubah bersamanya.

Karena itu kita mulai berpikir.

Dan akhirnya kita memutuskan bahwa kita harus berproduksi dengan lebih cerdik, dengan biaya yang lebih murah ... dan hasil yang lebih besar.

Bukan semata-mata untuk berhemat ... tapi untuk menghasilkan lebih banyak minyak.

Diperlukan perubahan sikap ... taktik baru... teknologi baru ... tenaga kerja yang lebih fleksibel .. dan pengendalian biaya yang kreatif.

Kami akhirnya berhasil mengubah ladang-ladang tua itu menjadi prospek-prospek yang kuat di masa depan. Bukan ladang-ladang sisa masa lalu.

Dalam sejarahnya, hanya Caltex yang telah berhasil memproduksi hampir 10 milyar barrel minyak untuk Indonesia.

Dan kami yakin kami akan dapat menghasilkan lagi 4 hingga 5 milyar barrel.

Di ChevronTexaco kami menerapkan teknologi dan gasasan yang terbaik.

Kami siap menguji terus hasil-hasil penelitian pengelolaan reservoir ... dan efisiensi modal.

Kami tahu ada daerah-daerah di Duri yang mungkin masih mengandung tidak kurang dari 150 juta barrel minyak - tapi cadangan ini tidak dapat diproduksi dengan persyaratan yang ada sekarang.

Perkiraan cadangan ini mungkin saja "nol" tanpa insenstif yang memadai.

Bayangkan jika kita berhasil membuat penemuan baru yang mengandung 150 juta barrel minyak!

Kita akan merayakan nasib baik ini.

Tapi betapapun kurang menariknya Duri yang potensinya belum dimanfaatkan itu ... namun setidaknya ia memiliki nilai yang besar.

Inilah cadangan yang besar .. yang terletak di daratan yang dangkal...tanpa biaya lagi untuk mencarinya ... dengan prasarana yang sudah tersedia ... dan boleh dikatakan tanpa resiko dari segi modal.

Jelas ini merupakan contoh dari minyak sumur tua yang lebih bernilai daripada minyak dari sumur baru.

Itu sebabnya kita harus bekerjasama untuk menghadapi baik realitas geologi dari ladang yang sudah matang maupun persyaratan ekonomis.

Karena persyaratan di masa lalu dan sekarang ini ... mungkin tidak sesuai lagi dengan kebutuhan di masa datang.

Berbicara mengenai industri perminyakan Indonesia, saya teringat akan kisah dari Laut Utara.

Semua orang menyaksikan turunnya produksi ... tapi pada mulanya mereka tidak melihat bagaimana solusinya.

Kemudian pemerintah dan perusahaan-perusahaan minyak bekerja sama .... seluruh industri setempat bangkit kembali bersama-sama.

Seperti ladang-ladang tua di Amerika Serikat ... Permian .. San Joaquin ... dan seterusnya ...

Ladang-ladang lepas pantai di Inggris merupakan salah satu kisah sukses perubahan balik dalam sejarah industri perminyakan.

Pengenaan pajak yang berbeda. ... insentif baru ... proses perizinan yang disederhanakan ... persyaratan khusus untuk ladang-ladang tua.

Strategi pengadaan barang dan jasa yang baru ... berbagi layanan ... kontrak yang dibakukan ...

Kami mempunyai berbagai cara untuk meningkatkan diri ... yang sekarang sudah berjalan di banyak negara di dunia.

Menyatukan modal ... mengoptimalkan waktu pemanfaatan alat-alat pemboran.

Dan menjamin operasi yang lebih aman ... dengan segala manfaat yang diperoleh dari segi sumberdaya manusia, finansial dan lingkungan.

Kita bisa belajar banyak dan menarik manfat dari semua ini ... di sini di Indonesia.

Buktinya jelas : pengurangan biaya berarti membuka peluang baru ...dan, tidak jarang berarti penemuan cadangan baru.

Dan tugas memberdayakan kembali ladang-ladang tua ...

Tantangan untuk menilai kembali daerah-daerah yang luas di mana industri perminyakan sudah mapan, tapi sedang mengalami penurunan produksi.

Ini dapat memberikan kembali kekuatan kepada seluruh organisasi perusahaan .... dan, kadang-kadang, memberikan kehidupan yang baru bagi suatu daerah.

Kembali saya ingin menyampaikan terimakasih kepada IPA atas udangan kepada saya untuk berbicara pada pertemuan hari ini.

Fokus saya jelas adalah masa depan Caltex ... karena kedudukannya yang sangat penting dalam industri perminyakan.

Tapi sementara setiap perusahaan menghadapi tantangannya sendiri yang unik ...

Kita semua mempunyai kepentingan yang sama dalam ketiga prioritas yang terbentang di hadapan kita.

Sekali lagi, kita memerlukan iklim usaha yang baik dan menarik.

Kita perlu mendapatkan porfolio berimbang untuk memberikan jaminan agar Indonesia memperoleh manfaat terbesar baik dari sektor usaha yang baru maupun yang sudah lama.

Dan kita perlu bekerja bersama... melalui periode perubahan besar ini .. untuk menciptakan masa depan kita ... untuk menghadapi tantangan baru terhadap kemitraan kita ... dan mengembangkan industri dengan segala cara yang dapat kita lakukan.

Terima kasih banyak.

Speech in English

Updated: February 2002